Siapa Sangka ‘Tugas’ Berbuah Prestasi Emas?

Kreativitas Guru dan Siswa (Agus Budiyanto, S.Pd dan Muhammad Daffa Khairan)

Banyak yang bilang bahwa usia bukanlah batasan untuk belajar dan mempelajari berbagai hal. Apalagi semenjak pembelajaran yang semestinya dilakukan di sekolah, harus beralih dari rumah masing-masing. “Bosan” adalah kata yang tak asing baik bagi pendidik maupun peserta didik. Siapa sih yang tak mau pembelajaran berlangsung secara tatap muka? Wajar jadinya, apabila kata “bosan” kemudian menjadi dalih pembelajaran jarak jauh.

Akan tetapi, apakah kebosanan itu tidak dapat ditepis? Tentunya bisa. Sangat bisa. Hanya saja kita perlu mencari cara agar pembelajaran menjadi menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan bukan hanya pembelajaran yang dapat dilakukan dengan “rebahan”, tetapi pembelajaran yang menyenangkan adalah pembelajaran yang dapat memberikan kesan menyenangkan bagi setiap peserta didik yang melakukannya.

Pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 8, saya berupaya untuk selalu mencari hal-hal yang dapat memotivasi anak-anak untuk selalu produktif dan berkarya sesuai kemampuan mereka. Pembelajaran yang coba saya terapkan adalah pembelajaran alih wahana.

Apa itu alih wahana? Alih wahana adalah perubahan satu jenis karya menjadi karya yang lain. Dalam kurikulum 2013, pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 terdapat materi teks iklan, poster, dan slogan. Alasan saya untuk membuat metode alih wahana ini karena saya rasa materi ini dapat mengulik kreatifitas anak-anak. Awalnya, saya meminta mereka untuk membuat suatu teks iklan, slogan, dan poster. Kemudian saya meminta mereka untuk mengkreasikannya dalam bentuk digital dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Banyak kemudian, yang membuat poster digital, slogan digital, dan bahkan iklan digital dalam bentuk gambar ataupun video.

Tugas Video Iklan Muhammad Daffa

Mereka sangat antusias dalam mengkreasikan materi ini. Kemudian saya meminta mereka untuk mengunggah pada akun instagram kelas, sehingga teman-teman mereka yang lain dapat mengapresiasi melalui fitur like maupun komentar yang tersedia di instagram.

Berangkat dari pembelajaran tersebut, saya mencoba untuk mengikuti lomba tingkat Nasional bertema “Guru Hebat, Siswa Semangat” yang diadakan oleh ydsf. Pada lomba tersebut, setiap pendidik diminta untuk mereview tugas salah satu peserta didik. Ada yang bilang kesempatan itu tidak datang dua kali. Ya tepat! Akhirnya saya mengikuti lomba tersebut dengan mereview tugas Muhammad Daffa kelas 8A. Waktu itu, dia membuat video iklan produk sendiri, yaitu tentang iklan produk minuman “Kirim Kopi”. Di mana pada video tersebut, Daffa memberikan ilustrasi yang menarik dan didukung oleh ajakan untuk membeli produknya.

Juara 1 Kreativitas Guru dan Siswa Tingkat Nasional

Secara tak langsung, sebenarnya mereka juga sudah belajar cara memasarkan produk melalui media yang sedang banyaknya penggunya. Jadi, jika dapat belajar sekarang, mengapa harus menunggu nanti?
Alhamdulillah, video itu pun juga akhirnya mengantarkan kami menjadi Juara 1 Lomba Kreatifitas Guru dan Siswa Tingkat Nasional. Siapa sangka berawal dari tugas berbuah prestasi emas!

Siapa sangka berawal dari tugas berbuah prestasi emas!

Abe


2 Komentar pada “Siapa Sangka ‘Tugas’ Berbuah Prestasi Emas?”

  1. Luar biasa muhammadiyah memang mental juara

  2. Mantap Pak Abe n Daffa. Semoga terus ada kesuksesanĀ² dan prestasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *