HADAPI DISTRUPTION ERA, M8 KIRIMKAN PARA WAKA

8 Agustus 2018
Comments: 0
8 Agustus 2018, Comments: 0

Malang – Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur menggelar Muhammadiyah Education Award 2018 atau yang lebih dikenal dengan ME AWARD. Agenda rutin tahunan ini bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang, dengan melombakan beberapa kategori seperti robotik, karya tulis ilmiah, sekolah unggul, majalah sekolah dan berbagai lomba lain.

Agenda penting lain selain lomba adalah ME Coference yang pada tahun ini mengangkat tema “Reformulating Education in Distruption Era”. Pentingnya tema yang diangkat terhadap pengembangan sekolah di era sekarang ini, membuat SMP Muhammadiyah 8 Batu mengirimkan ke empat Wakil Kepala sekolahnya untuk mengupgrade pengetahuan baru yang disampaikan (8/8/2018).

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 8 Batu Edy Susanto menjelaskan bahwa “Selama ini kita hanya sering mendengar tentang istilah distruption era, dengan mengirim seluruh Wakil Kepala Sekolah diharapkan nantinya mereka bisa mengaplikasikannya di bidangnya masing-masing sehingga sekolah dapat cepat beradaptasi pada era distruptif tersebut”.

ME Conference dibuka oleh nyanyian siswi SD Muhammadiyah Kreatif 12 Surabaya dengan membawakan lagu populer dari group Group Musik Sabyan, yang disambut dengan senyum serta tepuk tangan dari ratusan hadirin yang hadir di Basement UMM DOME.

Pembicara utama Dr. Asep Haerul Gani seorang konsultan Internasional marketing dan Sumber Daya Manusia, menyampaikan dengan bahasa yang menarik dan mudah diterima tentang konsep distruption era dan bagaimana kiat-kiat dunia pendidikan di Muhammadiyah dalam menghadapinya. Mulai dari menganalogikan dengan sistem yang dibangun perusahaan Go-Jek, sampai dengan merubah persepsi peserta untuk melihat distruption era sebagai sebuah peluang bukan ancaman.

Pada sesi kedua pemaparan Prof. Syafiq A Mughni dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang “Dinamika pendidikan global, Internasionalisasi pendidikan Muhammadiyah” semakin memperkaya pengetahuan peserta untuk menghadapi era distruptif.

Sri Wulan Romdaniah selaku Waka Kurikulum mengatakan bahwa kehadirannya di ME Conference dengan Windra (Waka Sarpras), Yudi (Waka Kesiswaan) dan Zakki (Waka PSM dan SIM) mendapatkan banyak informasi baru tentang apa yang harus dilakukan sekolah dalam menghadapi era distruptif. Sehingga tidak berdampak negatif terhadap sekolah, tetapi sebaliknya dilihat sebagai peluang untuk mengembangkan sekolah secara maksimal.

(HumasM8)

217 (Total Dilihat) 2 (Dilihat Hari Ini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *